0266-221652
Jl. Brawijaya III No.16 Sukabumi 43121

Sekapur Sirih

#

Memperhatikan perkembangan pendidikan saat ini yang dalam setiap masa peralihan pemerintahan maka berubah juga system kurikulum pendidikan di negara ini sehingga banyak beberapa sekolah dan para guru terbebani dengan kebijakan baru yang selalu berubah-ubah. Yang akhirnya berdampak terhadap pendidikan anak didiknya sehingga muncul tawuran antar sekolah, pacaran di usia dini, hilangnya rasa hormat terhadap guru, pembulian terhadap teman dan sebagainya. Sehingga berdampak terhadap pola dan perilaku para siswa yang manja, tidak mandiri, cengeng, selalu bergantung terhadap orang lain dan selalu mencari kambing hitam ketika berbuat kesalahan.

Melihat fenomena di atas, maka Yayasan Indonesia Satu Hati menawarkan konsep pendidikan yang lebih menekankan pada pembentukan karakter anak, pembiasaan diri dengan kebiasaan yang positif, peningkatan kemampuan minat serta bakat anak, sehingga diharapkan bisa menjadi generasi bangsa yang berkualitas, cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, sejahtera dan berakhlak mulia sesuai dengan visi misi yayasan.

Selain itu membuka ide dan wawasan bahwa persepi tujuan pendidikan tidak hanya untuk memberikan aprèsiasi dalam kriteria secara teoritis, sehingga anak didik merasa bahwa belajar adalah suatu beban yang berat. Tetapi dengan menggali kreatifitas ataupun skill yang peserta didik miliki, diharapkan bisa lebih membangun ide-ide cemerlang dan keinginan untuk terus maju dengan memberikan penghargaan yang mengarah menuju cita-cita mereka di masa mendatang, sehingga belajar adalah waktu yang menyenangkan.

Dalam rangka mewujudkan itu semua, maka para pendiri serta pengurus yayasan berinisiatif membuka sebuah sekolah dengan melibatkan semua unsur kegiatan di rumah berikut juga melibatkan para orang tua mereka untuk mau ikut terjun langsung mendidik, mengawasi, mengajari, memberi tauladan serta mengembangkan potensi anak-anak mereka sehingga bisa menjadi ahli di bidangnya. Konsep tersebut kami namakan dengan istilah “Homeschooling”.

Homeschooling bukan berarti memindahkan sekolah ke rumah, akan tetapi pihak sekolah beserta para orang tua duduk bersama untuk menyusun sebuah konsep kurikulum pendidikan yang tidak hanya berlaku di sekolah akan tetapi menjadi sebuah kebiasaan dan rutinitas anak dalam membangun kemandirian, mengembangkan minat serta keahlian anak, agar menjadi anak yang berprestasi dibidangnya, dan tujuan akhirnya adalah menjadikan anak-anak kita menjadi pembelajar yang mandiri, yang selalu haus dengan ilmu pengetahuan, selalu ingin mengembangkan potensi dirinya serta selalu mengasah minat bakat dan keahliannya.

Itu semua tentu akan mudah terwujud jika konsep kurikulum yang digunakan bisa dieksplor seluas-luasnya oleh pihak sekolah beserta para orang tua, sesuai dengan kebutuhan anak didik kita. Oleh karenanya kami memilih jalur Pendidikan Non Formal yang kebetulan pada saat ini memiliki konsep kurikulum tersebut, tetapi juga bisa menjadi legalitas pendidikan anak didik kita untuk bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Untuk jenjangnya pun kami ajak para orang tua memulainya sejak dini, yakni mulai dari jenjang Taman Kanak-kanak, sampai menengah atas. Sehingga ketika memasuki dunia perkuliahan, anak-anak kita bisa memilih perguruan tinggi yang sesuai dengan keahlian yang sudah mereka miliki, serta dengan bekal pola hidup dan pembiasaan diri sejak dini, akan tumbuh menjadi anak yang memiliki kepribadian yang mandiri, berani, bertanggungjawab dan tidak terbawa arus lingkungan yang negatif.

Testimonial

chart_icon

9 Guru

chart_icon

20 Siswa

chart_icon

3 Download

chart_icon

9 Agenda